Biota Mendata 94 Spesies Burung Hidup Di Danau Limboto

Rilis Biodiversitas Gorontalo (BIOTA) Dalam Rangka World Migratory Bird Day (WMBD) 2018

Biodiversitas Gorontalo (Biota) melakukan pengamatan dan pendataan terhadap spesies burung penetap dan burung migran di Danau Limboto sejak tahun 2014.

Dalam rentang 2014 hingga Mei 2018, Biota mencatat ada 94 jenis burung di Danau Limboto, yang terdiri dari spesies burung penetap dan spesies burung migran.

Logo Perkumpulan Bodiversitas Gorontalo (Biota)

BIOTA merilis data tersebut bertepatan dengan perayaan World Migratory Bird Day (WMBD) 2018 atau Hari Bermigrasi Burung  Sedunia . Baca lebih lanjut

Iklan
Dipublikasi di Alam | Tag , , , , , , | Meninggalkan komentar

Bakdo Kupat, Ngaku Lepat, Laku Papat, Hingga Perayaan Kekinian

Setelah puasa sunat Syawal, Warga Jawa Tondano (Jaton) merayakan Bakdo Kupat sangat meriah. Jalinan silaturahmi diperkuat dalam banyak keragaman.

GORONTALO, KOMPAS.com –  Sejak kemarin asap putih tak henti membumbung dari desa-desa yang dihuni masyarakat Jawa Tondano (Jaton).

Asap ini keluar dari pembakaran nasi bulu (nasi bambu) sebutan lain untuk nasi jaha, plesetan nasi jahe karena untuk pembuatan nasi ini menggunakan berbagai macam rempah, termasuk santan dan jahe.

Ketupat yang siap makan disajikan di pinggir jalan oleh Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo. Semua warga dan wisatawan bebas makan sekenyangnya.

“Kalau desa-desa Jawa Jaton sudah berasap pertanda lebaran ketupat segera dilaksanakan,” kata Indra Dunggio, warga Kota Gorontalo berkelakar. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Budaya | Tag , , , , , , , , | Meninggalkan komentar

Upaya Konservasi Mandiri Maleo di Pohulongo

Masyarakat Pinogu secara swadaya melakukan upaya konservasi burung maleo, mereka berhasil menetaskan telur di hatchery darurat.

Seekor anakan burung maleo (Macrocephalon maleo) menetas di hatchery darurat yang dikelola masyarakat di Pohulongo, Kabupaten Bone Bolango.

Munculnya burung endemik sulawesi dari dalam tanah ini merupakan kabar gembira bagi warga. Ini adalah peristiwa pertama kali di tahun 2018 keberhasilan upaya konservasi yang dilakukan secara swadaya masyarakat.

Maleo.jpg

Burung Maleo di Cagar Alam Panua. Foto Idham Ali

“Sejak pertengahan Desember lalu masyarakat mengumpulkan telur maleo dan memindahkan ke lokasi penetasan darurat,” kata Bagus Tri Nugroho, Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional I Limboto, Balai Taman Nasional Bogani Nani Wartabone. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Alam, Budaya | Tag , , , , , , | Meninggalkan komentar

Orang Polahi Mengenal Tiga Tuhan

Antropolog Marahalim Siagian mengungkap Orang Polahi yang mendiami hutan belantara Gorontalo mengenal 3 tuhan, Pulohuta, Lati dan Lausala.

Orang Polahi, suku Gorontalo yang hidup dalam kelompok-kelompok kecil di belantara hutan mengenal 3 tuhan dalam kepercayaannya.

Ketiga tuhan ini adalah Pulohuta, Lati dan Lausala.

Polahi2.jpg

Belum banyak yang mengungkap hutan hujan tropis di Gorontalo

Temuan ini diungkap oleh Marahalim Siagian, Antropolog Burung Indonesia yang telah melakukan penelitian langsung pada kelompok kecil Orang Polahi yang dipimpin oleh Tahilu, di hutan Suaka Margasatwa Nantu.

“Orang Polahi mengenal 3 sosok tuhan, yaitu Pulohuta, Lati dan Lausala. Ketiga tokoh ini memiliki ruang dan kekuasaan masing-masing” papar Marahalim Siagian, Rabu (28/9/2016). Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Alam, Budaya | Tag , , , | Meninggalkan komentar

Kisah Masa Lalu Dari Makam Raja Bulonggodu

Hamparan tanah tegalan yang sebagian ditutupi tanaman jagung menyimpan kebesaran masa lalu Gorontalo. Struktur kubur tua yang diperkirakan sudah ada sejak awal masa Islam Gorontalo. Inilah kubur Raja Bulonggodu, Raja Bintauna yang memerintah di wilayah pesisir utara pulau Sulawesi. Struktur kubur Raja Bulonggodu terletak di desa Dunggala Kecamatan Tapa Kabupaten Bone Bolango.

Blongkod

Bagi masyarakat Dunggala yang ada di sekitarnya, mereka lebih familiar dengan menyebut makam Atinggola, atau makam Raja Blongkod.

Meski diperkirakan pada masa pemerintahannya Islam sudah dikenal di Gorontalo namun posisi makam Bulonggodu berbeda dengan makam Islam. Kubur Bulonggodu membujur dari timur ke barat. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Budaya | Tag , , , , , | 4 Komentar

Dumalo, Kue Tradisional Yang Masih Bertahan

Dumalo yang memiliki cita rasa manis, renyah dan gurih ternyata pembuatanya sangat menarik. Kue ini masih dapat dijumpai di pasar tradisional dengan harga yang relatif murah, Rp1.000 per buah atau sekitar Rp55.000 per toples.

Dumalo (1)

Uniknya, proses pembuatan kue Dumalo menggunakan batok kelapa yang dilubangi kecil di bagian bawahnya. Adonan kue yang kental dimasukkan dalam batok kelapa, lalu adonan kue mengalir melalui lubang-lubang tempurung ke wajan yang panas yang berisi minyak kelapa, sambil tempurung terus digoyang tanpa henti untuk membuat bentuk-bentuk unik. Setelah dirasakan cukup, tempurung diangkat dari atas wajan. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Budaya, Ekonomi | Tag , , , | Meninggalkan komentar

Gorontalo Lokasi Favorit Fotografi Hidupan Liar

Bagi banyak fotografer, Gorontalo adalah surga untuk mengembangkan fotografi hidupan liar (wildlife photography). Posisi geografi Gorontalo yang berada di daerah Wallacea merupakan berkah keanekaragaman hayati, karena daerah ini berlimpah spesies flora dan fauna.

10177459_10203834900344414_612885760015926780_n

Hidupan liar, terutama satwanya, merupakan obyek menarik untuk dibadaikan dalam foto. Kondisi satwa yang hidup di alam berbeda dengan satwa dalam kurungan, tubuh mereka terlihat lebih sehat, memiliki tatapan mata yang kuat dan jernih, warna bulu terang dan tegas, serta berperilaku yang normal sebagai hewan liar.

Hal ini berbeda dengan satwa yang hidup dipelihara masyarakat, dalam kandang atau kurungan. Hewan ini terlihat murung dan tidak sehat. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Alam | Tag , , , , | Meninggalkan komentar