Menikmati Sungai “Mendidih” di Tepi Danau Limboto

Tidak lengkap mengunjungi danau Limboto jika tidak ke Pentadio, di pesisir danau yang berada di wilayah Kabupaten Gorontalo ini terdapat sumber air panas yang airnya mengalir konstan sepanjang tahun meskipun gempa bumi berulang. Mata air panas yang berlimpah ini mengalir ke danau, membentuk sungai dan uniknya para nelayan bersampan di atasnya, berselimut uap panas, pemandangan spektakuler, hanya ada di Gorontalo

………………………………

Pemandangan spektakuler ini setiap hari bisa dinikmati oleh siapa saja, terutama pagi sebelum matahari memencarkan sinarnya. Tempatnya tidak jauh dari jalan, tepatnya di belakang Pentadio Resort. Tidak sulit menemukan lokasi langka di Indonesia ini.

Seorang nelayan menyusuri sungai berair panas di Pentadio, kabupaten Gorontalo. Suhu air sungai ini mencapai 75 derajat Celcius dan mengalir konstan sepanjang tahun

Sumber air panas sungai ini berada di dalam kawasan Pentadio Resort, setiap hari air panas menyembul dari perut bumi sebelum menyatu ke danau yang sudah sekarat ini.  Berliter-liter air panas bersuhu 75 derajat celcius mengalir ke badan danau melalui sungai kecil dengan lebar sekitar 2 meter. Sungai ini nyaris tidak dihuni satwa karena suhunya yang tinggi, namun belum ada penelitian yang memmbutikan adanya kehidupan di sungai mendidih ini.

Meski tidak panjang, sungai yang selalu mengepulkan uang panas ini setiap harinya dimanfaatkan nelayan untuk menyusuri danau dengan perahu kayu tradisional. Pemandangan yang langka, setiap pagi dan sore dapat disaksikan lamat-lamat sosok perahu  dan orangnya samar terlihat di tengah kepulan uap panas yang menyerupai asap. Gerakan dayung yang melaju memperjelas sosoknya setelah mendekati badan danau.

Meski sudah berada di badan danau dan keluar dari kepulan uap panas, bukan jaminan air yang dipijak sudah mendingin, tetap saja memerahkan kaki jika masih berada di dekat aliran sungai ini.

Di muara sungai panas, terbentang landscape  hidupan wetland yang khas. Burung-burung air beterbangan silih berganti. Bentuk fisik mereka yang khas hewan biasa di air, kaki dan paruh panjang. Anggota badan burung ini adalah bentuk adaptasi hidup di lingkungan air. Bangau putih mendominasi burung di area ini, mencari makanan secara bergerombol, ada yang bertengger di atas perdu, berteduh dari teriknya siang. Burung jenis lain juga banyak, termasuk itik benjut atau dalam bahasa Gorontalo disebut duwiwi.

Sisi lain sungai yang mengalirkan air panas dimanfaatkan oleh nelayan untuk melintas sebelum ke danau Limboto

“Saya belum menyaksikan pemandangan seperti ini di tempat lain, kalau sekadar panas bumi banyak, namun sungai yang mengalirkan air panas mendekati titik didih hanya ada di Pentadio. Ini kekayaan pariwisata Provinsi Gorontalo” kata Teddy Agung, pria asal Manna, Provinsi Bengkulu.

Ia berharap pemerintah bisa memanfaatkan kekayaan alam yang langka ini menjadi daya tarik wisata selain air panas untuk mandi.

“Sayang jika air danau meluap, sungainya ikut terendam. Untuk menikmati secara sempurna pengunjung harus datang pagi sebelum matahari bersinar. Biasanya kami melakukan pemotretan, hasilnya sangat luar biasa” jelas Teddy yang sudah tinggal di Gorontalo 11 bulan ini.

Selama ini pemanfaatkan sumber air panas bumi di Pentadio hanya untuk wisata air, pemandian air panas. Pemerintah seharusnya mendorong untuk pemanfaatkan lain yang mampu mendatangkan wisatawan lebih banyak lagi.

Gazebo peristirahatan tertata rapi di pinggiran kolam, Pentadio, Kabupaten Gorontalo. Tempat wisata ini mudah dijangkau dari segala penjuru

“Pemerintah dan pelaku wisata harus mampu menjual obyek ini” lanjutnya. Teddy mengungkapkan ia mengetahui tempat eksotik ini dari beberapa anggota Masyarakat Fotografi Gorontalo (MFG) yang sudah secara rutin melakukan pemotretan, hasil foto inilah yang kemudian memikatnya untuk mengetahui lebih banyak tentang lokasi ini.

Selain keunikan ini, pelancong yang mengunjungi area ini juga akan dimanjakan oleh kehadiran burung-burung air, terutama bangau. Hidupan burung air liar ini merupakan bagian dari ekosistem danau yang masih sehat. Beberapa ekor kerbau milik masyarakat juga menikmati pinggiran danau Limboto ini. Sementara bentang alamnya menawarkan pemandangan yang khas, dengan hembusan angin yang jenuh oleh uap air.

Tidak hanya itu, wisatawan juga bisa membawa pulang ikan danau tangkapan nelayan dengan mengganti sejumlah uang. Mujair, nila, atau ikan endemic semisal payangga dan manggabai bisa dinikmati dan akan menjadi kenangan yang tidak pernah terlupakan.

Lokasi sungai berair panas ini sangat cocok dinikmati saat matahri belum muncul dan saat menjelang tenggelam, lebih bagus lagi jika seusai hujan turun. Kepulan uap air panas benar-benar tebal.

Menurut Raghel Yunginger, pengajar Fisika di Universitas Negeri Gorontalo, panas bumi di Pentadio merupakan geothermal yang paling konsisten. Panas bumi ini sudah berumur lama, bahkan ribuan tahun. Meski berulang kali Gorontalo diguncang gempa, panas bumi ini tetap stabil.

Kawasan Pentadio merupakan sala satu spot pemotretan utama di pinggiran danau Limboto. Banyak fotografer yang datang ke daerah ini

Berbeda dengan panas bumi lainnya, jika ada gempa sumbernya akan berubah, makin mengecil atau bahkan mati. Kestabilan struktur batuan yang ada di Pentadio ini yang membuat alirannya air panas tetap konstan, demikian juga suhunya.

“Memang tidak besar, namun geothermal Pentadio ini konstan sepanjang waktu. Tidak heran jika pada masa kolonial Belanda daerah ini dijadikan tempat peristirahatan yang nyaman bagi para pembesarnya.” Kata Raghel Yunginger.

Ia yang sudah meneliti daerah ini bertahun-tahun meyakinkan jika geothermal ini dapat dimanfaatkan untuk pembangkit listrik. Tidak besar, energi yang dihasilkan sekitar 5 Megawatt. Dengan tipe mesin pembangkit yang efisien, energi listrik yang dapat dipanen bisa lebih besar lagi.

Di lokasi sungai berair panas ini tersedia banyak cottage yang dikelola oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Gorontalo. Penginapan ini bisa disewa dengan harga yang relatif terjangkau. Pengunjung tidak perlu datang dari jauh dan pagi-pagi untuk untuk menikmati sungai unik ini, cukup menginap semalam dan setelah bangun pagi bisa langsung ke lokasi yang jaraknya hanya beberapa puluh meter.

Fasilitas yang bisa dinikmati di area ini adalah kolam renang dengan standar yang bagus. Air jernih dan segar tersedia sepanjang hari. Di bagian lain juga ada pemandian sauna alami, segala kepenatan dan lelah akan sirna dengan menikmatinya.

Selamat menikmati akhir pekan yang berkesan di tepi danau Limboto.

(Rosyid Azhar – Gorontalo)

Iklan

Tentang GORONTALO HOLIDAY

Warga Gorontalo yang menyukai pertemanan, diskusi dan sedikit fotografi serta tulis-menulis
Pos ini dipublikasikan di Budaya dan tag , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s