Burung Migran Mulai Kunjungi Gorontalo

Memasuki bulan September burung-burung migran mulai mengunjungi Gorontalo. Burung ini  bisa disaksikan di sawah-sawah yang digenangi air, sungai, dan yang paling banyak disaksikan di danau Limboto.

Danau

Burung migrant ini melakukan perjalanan panjang musiman dari benua Australia ke daratan Asia dan menyinggahi daerah-daerah di Indonesia untuk beristirahat dan mencari makan. Jarak benua Australia dan daratan Asia yang mencapai ribuan kilometer ditempuh setiap tahunnya secara berkelompok untuk mempertahankan kehidupannya sepanjang tahun.

Perjalanan terbang mengangkasa yang ekstrem dan melelahkan membutuhkan tempat persinggahan untuk beristirahat dan mencari makan para burung ini.

Di danau Limboto, burung migran yang bisa disaksikan saat ini adalah ibis roko-roko (Glossy Ibis), gagang bayam (Himantopus leucocephalus), keluarga burung camar (Sternidae) jenis dara laut, jenis-jenis trinil. Burung-burung tersebut bukan burung satwa yang menetap  di Gorontalo atau Sulawesi, namun hanya menyinggahi untuk waktu yang singkat sebelum meneruskan perjalanan ke daratan asia.

Seperti burung Gagang Bayam yang memiliki paruh dan kaki panjang, burung ini merupakan jenis burung pemakan invertebrata kecil yang memiliki habitat di rawa payau, rawa tawar, danau dangkal, tepi sungai, sawah, beting lumpur, tambak garam. Tidak heran jika persawahan yang digenangi air dan danau Limboto sangat disukai.

Menurut pengamat satwa liar Gorontalo, Danny Albert Rogi, ia sering datang ke danau Limboto untuk mengamati dan mempelajari perilaku burung yang ada di sini, khususnya burung-burung air. Danau limboto merupakan lokasi pengamatan burung (bird watching) yang idela, karena di dini banyak didatangi berbagai burung.

Danny Rogi setidaknya melihat jenis burung yang mudah ditemui di sini antara lain jenis bangau,  kuntul, gagang bayam, trinil, kirik-kirik, dan jenis elang.

Khusus burung elang, Danny Rogi melihat ada beberapa jenis yang setiap hari bisa disaksikan di sini. Yaitu elang bondol yang sangat umum, elang paria, dan elang laut.

Kehadiran burung-burung ini tidak mengganggu aktifitas nelayan, burung-burung ini hanya makan hewan invertebrata. Interaksi nelayan, danau Limboto dan burung-burung ini sangat memikat untuk dilihat dan dipelajari. Ini adalah potensi besar dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan pariwisata Gorontalo di masa depan.

Sayangnya aktifitas nelayan yang menangkap ikan dengan menggunakan setrum listrik dapat menganggu harmoni alam danau Limboto.

Iklan

Tentang GORONTALO HOLIDAY

Warga Gorontalo yang menyukai pertemanan, diskusi dan sedikit fotografi serta tulis-menulis
Pos ini dipublikasikan di Alam. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s