Gorontalo Kunci Penting Pelestarian Burung Liar Indonesia

Keragaman flora fauna di wilayah hutan Gorontalo masih cukup sangat dan berpontesi untuk menambah koleksi temuan spesies baru. Namun demikian desakan manusia membuat kehidupan liar di hutan Gorontalo semakin terancam.

BURUNG INDONESIA

Tim peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia yang telah melakukan kajian keanekaragaman hayati di kawasan hutan Blok Sungai Malango – Taluditi, Provinsi Gorontalo beberapa waktu lalu menyimpulkan bahwa keragaman hayati di lokasi survei masih sangat tinggi.

Survei dilaksanakan oleh para peneliti bersama organisasi Burung Indonesia, Dinas Kehutanan dan Pertambangan Kabupaten Pohuwato dan Provinsi Gorontalo, serta Balai Pemantapan Kawasan Hutan Wilayah XVI Gorontalo tersebut dimaksudkan untuk mendapatkan informasi dan data dasar tentang kekayaan, keanekaragaman, struktur dan populasi berbagai jenis hidupan liar meliputi flora dan fauna yang menyusun komunitas hutan di kawasan kajian.
Hasil kajian menunjukkan keragaman hayati di lokasi survei sangat tinggi, bahkan untuk

taksa tertentu lebih tinggi dari kawasan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone di Sulawesi Utara dan Gorontalo. Sejumlah mamalia terancam punah yang terdapat di lokasi survei di antaranya anoa, babi rusa, monyet yaki, dan tarsius.

Khusus untuk jenis burung, studi memperlihatkan, daerah kajian bekas tebangan yang masih cukup baik sebagai habitat burung diperkirakan dapat mempertahankan kekayaan jenisnya. Sedikitnya ada 87 jenis burung dari 34 suku tercatat dari survei burung yang dilakukan di wilayah Tulidu, Doyong, Dulamahe, dan Panianggata.

Hutan sekunder dapat menjadi lokasi kolonisasi baru bagi burung-burung hutan. Sementara itu, mosaik perladangan dengan fragmen hutan yang cukup luas diharapkan mampu menunjang populasi burung dan dapat menjaga keanekaragaman jenis dalam skala lanskap.

Oleh karena itu, hutan sekunder dan tipe habitat lain serta sisa komunitas hutan primer sebagai sumber keanekaragaman hayati yang perlu dijaga dengan baik mengingat masih memiliki nilai konservasi yang tinggi.

Menurut Agus Budi Utomo, Direktur Eksekutif Burung Indonesia, organisasi pelestari burung liar Indonesia, di Gorontalo banyak hutan yang pernah dieksploitasi, ada habitat satwa yang telah rusak, pihaknya saat tengah melakukan restorasi hutan rusak untuk mengembalikan kualitasnya.

Agus menambahkan pulau Sulawesi yang berada di wilayah Wallacea memiliki kekayaan burung nomer satu untuk jumlah jenis yang khas. Kekayaan fauna ini didukung oleh habitat hutan yang relatif masih utuh, habitat utama burung liar.
Kondisi ini menjadikan Gorontalo memiliki peran kunci dalam pelestarian hutan liar di Indonesia.

Iklan

Tentang GORONTALO HOLIDAY

Warga Gorontalo yang menyukai pertemanan, diskusi dan sedikit fotografi serta tulis-menulis
Pos ini dipublikasikan di Alam. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s