Gorontalo Lokasi Favorit Fotografi Hidupan Liar

Bagi banyak fotografer, Gorontalo adalah surga untuk mengembangkan fotografi hidupan liar (wildlife photography). Posisi geografi Gorontalo yang berada di daerah Wallacea merupakan berkah keanekaragaman hayati, karena daerah ini berlimpah spesies flora dan fauna.

10177459_10203834900344414_612885760015926780_n

Hidupan liar, terutama satwanya, merupakan obyek menarik untuk dibadaikan dalam foto. Kondisi satwa yang hidup di alam berbeda dengan satwa dalam kurungan, tubuh mereka terlihat lebih sehat, memiliki tatapan mata yang kuat dan jernih, warna bulu terang dan tegas, serta berperilaku yang normal sebagai hewan liar.

Hal ini berbeda dengan satwa yang hidup dipelihara masyarakat, dalam kandang atau kurungan. Hewan ini terlihat murung dan tidak sehat.

Tidak heran jika para fotografer lebih suka memilih lokasi-lokasi yang menjadi habitat satwa liar ini, antara lain Cagar Alam Panua, Taman Nasional Bogani Nani Wartabone, Cagar Alam Nantu, dan yang paling mudah dijangkau dari Kota dan Kabupaten Gorontalo adalah di danau Limboto.

Di danau Limboto, hidupan liar wetland atau tanah basah sangat beragam, mulai dari binatang melata seperti ular, biawak, berbagai jenis burung air dan burung pemangsa, semua bisa dijumpai di lokasi ini.

Untuk bisa mengabadikan hidupan satwa liar melalui foto, seorang fotografi idealnya memiliki peralatan kamera yang diperuntukkan untuk ini, yaitu lensa tele di atas 200 mm.

Penggunaan kamera berlensa panjang ini dimaksudkan untuk bisa mengambil foto dari jarak jauh, sebab tidak mungkin mendekati satwa liar seperti burung ular, atau soa-soa dari jarak dekat. Satwa akan kabur jika didekati.

Selain itu para fotografer harus mengenakan baju yang tidak menyolok, yang warnanya menyesuaikan dengan warna di lokasi pemotretan, bisa mengenakan baju loreng, hijau daun, atau baju yang secara khusus diperuntukkan bagi penggemar wildlife photography.

Salah satu fotografer wildlife Gorontalo yang sudah memiliki nama di tingkat nasional adalah Idham Ali, lelaki yang biasa menggunakan kamera berlensa 100-400 mm saat memotret satwa. Ia sudah menjelajah hutan-hutan Gorontalo untuk menghasilkan karya foto hidupan liar. Bahkan khusus foto burung, lebih dari 80 jenis yang berhasil ia dokumentasikan secara baik, karya ini belum termasuk satwa liar lainnya seperti babi rusa, kupu-kupu, hingga serangga.

Menurut Idham Ali, Gorontalo memiliki lingkungan yang menjadi habitat satwa liar yang masih sehat, sehingga banyak fauna mudah dijumpai. Untuk memotret hewan liar ini, tidak harus ke hutan belantara. Baginya, satwa ini dapat ditemukan di kebun, kolam, sawah, dan danau.

Iklan

Tentang GORONTALO HOLIDAY

Warga Gorontalo yang menyukai pertemanan, diskusi dan sedikit fotografi serta tulis-menulis
Pos ini dipublikasikan di Alam. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s