Orang Polahi Mengenal Tiga Tuhan

Antropolog Marahalim Siagian mengungkap Orang Polahi yang mendiami hutan belantara Gorontalo mengenal 3 tuhan, Pulohuta, Lati dan Lausala.

Orang Polahi, suku Gorontalo yang hidup dalam kelompok-kelompok kecil di belantara hutan mengenal 3 tuhan dalam kepercayaannya.

Ketiga tuhan ini adalah Pulohuta, Lati dan Lausala.

Polahi2.jpg

Belum banyak yang mengungkap hutan hujan tropis di Gorontalo

Temuan ini diungkap oleh Marahalim Siagian, Antropolog Burung Indonesia yang telah melakukan penelitian langsung pada kelompok kecil Orang Polahi yang dipimpin oleh Tahilu, di hutan Suaka Margasatwa Nantu.

“Orang Polahi mengenal 3 sosok tuhan, yaitu Pulohuta, Lati dan Lausala. Ketiga tokoh ini memiliki ruang dan kekuasaan masing-masing” papar Marahalim Siagian, Rabu (28/9/2016).

Marahalim menjelaskan Pulohuta, digambarkan sebagai sosok yang  hidup serta memiliki kuasa atas tanah. Konsepnya berasal dari nenek moyang.

Disebutkan Pulohuta adalah sesepasang suami istri.  Bila Polahi hendak membuka hutan, mereka meminta ijin dahulu kepada Pulohuta.

“Membuka hutan untuk ladang tanpa ijin Pulohuta dipercaya akan mendatangkan celaka. Oleh karena itu, dalam ritual membuka hutan, Polahi merapalkan mantera sebagai cara untuk meminta ijin kepada Pulohuta” jelas Marahalim.

Selain memegang kuasa atas tanah, Pulohuta juga disebutkan memegang kuasa atas hewan di hutan.

Bentuk penghormatan Orang Polahi pada Pulohuta, jika mereka mendapat hewan buruan, bagian tertentu dari tubuh hewan itu diiris seperti kuping, mulut, dan lidah hewan tersebut  kemudian di taruh di tunggul kayu.

“Menaruh bagian hewan di tunggul kayu dilakukan karena Ornag Polahi  secara konseptual mengakui adanya hak Pulohuta pada hewan buruan yang mereka peroleh” kata Marahalim.

Sementara itu Lati, digambarkan sebagai sosok hidup yang menghuni pohon-pohon besar serta di air terjun.

Ukuran tubuhnya digambarkan kecil-kecil seukuran boneka dalam jumlah banyak.

Lata merupakan pemegang kuasa atas pohon, bila Polahi ingin menebang pohon besar atau mengambil madu lebah hutan yang terdapat di atasnya, Polahi membakar kemenyan, merapalkan mantera dengan tujuan menyuruh lati pindah ke pohon lain.

“Jika cara ini tidak ditempuh, pohon atau madu di atas pohon tersebut, berdasarkan pengalaman hidup mereka tidak bisa ditebang atau diperoleh. Kecuali itu, pohon tersebut dibakar untuk mengusir Lati sebab ia disebutkan takut pada api” lanjut Marahalim.

Semetara sosok ketiga, Lausala, dalam narasi Polahi layaknya tokoh marvel (super human).  Tokoh antagonis yang disebut haus minum darah.

Sosok L:ausala ternyata bukan hanya tertuju pada deksripsi pada tokoh laki-laki sebab ada juga perempuan tua yang disebut-sebut sebagai Lausala.

Polahi dapat membuat beberapa gambaran untuk meyakinkan bahwa Lausala itu benar-benar ada.

“Meskipun mereka sendiri belum pernah secara langsung kontak fisik dengan sosok Lausala ini” Marahalim mengingatkan.

Orang Polahi menyebutkan Lausala memiliki mata merah, membawa pedang yang menyala dan ia bisa pindah dengan cepat dari balik bukit ke bukit yang lain.

“Menurut mereka jika ada anjing menggonggong, itu salah satu pertanda hadirnya Lausala” kata Marahalim. “Lausala adalah orang yang ingin membunuh kami” sambungnya sambil menirukan penuturan Orang Polahi.

Prnah dimuat di kompas.com
(https://regional.kompas.com/read/2016/09/28/11080011/terungkap.suku.polahi.di.hutan.gorontalo.mengenal.tiga.tuhan)

Iklan

Tentang GORONTALO HOLIDAY

Warga Gorontalo yang menyukai pertemanan, diskusi dan sedikit fotografi serta tulis-menulis. Bisa dihubungi di 081244440688
Pos ini dipublikasikan di Alam, Budaya dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s